KETERGANTUNGAN PERADABAN KINI PADA MINYAKBUMI



Kejadian pada akhir tahun l973 dan awal 1974 merupakan contoh paling baik mengenai ketergantungan peradaban dan kebudayaan manusia dewasa ini pada minyakbumi. Dengan diciutkannya produksi minyakbumi di beberapa negara penghasil minyak di Timur Tengah, timbullah suatu krisis yang meliputi seluruh dunia. Padahal pengurangan hanyalah meliputi 10% saja. Maka dapatlah dibayangkan bagaimana efeknya terhadap peradaban kita ini kalau minyakbumi itu sana sekali tidak ada. Pertama-tama dalam ha1 transport; jika minyakbumi tidak ada, maka pesawat terbang, kapal laut (yang dewasa ini binyak menggunakan mesin diesel ataupun uap yang mempergunakan minyakbumi), kereta-api dan apalagi kendaraan bermotor, seperti mobil truck, bus dan sebagainya tidak mungkin berjalan. Dalam keadaan tertentu, misalnya kapal-api memang masih bisa berjalan dengan batubara, begitupun kereta-api. Tapi jelas, bahwa kita tak bisa hidup tanpa alat transport lainnya, seperti mobil, pesawat terbang dan lain- lain.
Misalnya saja di Amerika serikat; untuk kota semacam New York jika sama sekali tidak ada minyakbumi maka penduduknya yang berjumlah 8.000.000 akan mati kelaparan karena tidak akan ada bahan makanan yang masuk ke kota tersebut. Bukan saja lalu-lintas manusia yang tidak bisa bergerak, tetapi berbagai macam barang, bahan vital untuk hidup sehari-hari dapat terputus oleh karenanya. Demikian pula di Indonesia walaupun kita belum seluruhnya tergantung dari minyak- dan gasbumi akan tetapi kita bisa mengharapkan berbagai kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja jika minyak tanah tidak ada, maka masak pun akan menjadi persoalan. Tak adanya bensin bisa menimbulkan kekacauan ekonomi.
Di Amerika Serikat kebutuhan akan minyakbumi lebih-lebih lagi menonjol karena keadaan musim. Tidak adanya minyakbumi akan mengakibatkan perumahan menjadi dingin dalam musim winter dan tentu akan banyak manusia mati beku, karena sistem pemanasan untuk perumahannya sudah sama sekali tergantung pada minyak- dan gasbumi. Hanya kelangsungan kehidupan di kota kecil atau di perkampungan saja yang masih dapat diharapkan, yaitu dengan mempergunakan kayu ataupun batubara. Untuk industri akibatnya sudah jelas, karena produksi akan macet sama sekali tanpa adanya tenaga penggerak.
Demikianlah penurunan produksi minyak oleh beberapa negara Arab pada tahun 1973-1974 telah menimbulkan suatu kemunduran bagi industri. Apalagi jika sumber minyak tidak ada sama sekali, maka seluruh industry akan lumpuh. Sumber energi lainnya tentu saja dapat dipergunakan, seperti misalnya batubara (di Inggris), tetapi bagaimana pun tingkat industrialisasi akan sangat mundur. Produksi tenaga listrik juga sangat dipengaruhi oleh peristiwa tahun 1973-1974. Jepang menjadi gelap gulita karena kebanyakan sumber tenaga listriknya tergantung dari minyakbumi. Begitupun Amerika Serikat, sebab lebih dari 50% sumber perlistrikan berasal dari pembangkit tenaga uap atau diesel yang dihasilkan atau digerakkan oteh minyakbumi. Di New York, seluruh kehidupan tergantung pada listrik, misalnya untuk naik-turun lift atau elevator, pemanasan dan sebagainya. Tanpa adanya minyak, peradaban di Amerika Serikat yang kita ketahui dewasa ini akan mati sama sekali.

Dapat diulas kembali bahwa peradaban yang dewasa ini kita nikmati sangat tergantung pada minyak- dan gasbumi, maka sulitlah untuk dibayangkan bagaimana jika minyak- dan gasbumi itu sudah tidak ada lagi. Dewasa ini lebih dari separuh cadangan minyakbumi terdapat di beberapa neqara Timur Tengah dan kehidupan ini akan sangat tergantung daripada kebijaksanaan para pemimpin di Timur Tengah. Dari sini kita bisa melihat pentingnya minyakbumi; bukan saja mempengaruhi politik militer tetapi terutama kebudayaan kita. Banyak ahli meramalkan bahwa minyakbumi akan habis di abad ke-21. Sementara ini berbagai sumber energi lainnya harus mulai dikembangkan.
Sukar untuk dibayangkan mengenai apa yang akan terjadi dengan mobil, pesawat jet dan kendaraan lainnya (yang dewasa ini merupakan sesuatu yang sudah dianggap biasa), kalau dalam abad ke-21 nanti minyakbumi bukan lagi merupakan sumber energi utama.

Perkembangan segi politik dan segi militer merupakan sebagian kecil saja dari akibat ketergantungan peradaban manusia dewasa ini pada minyak- dan gasbumi.
Hidup matinya suatu negara sangat tergantung daripada minyakbumi. Krisis energi tahun 1973-1974 menggambarkan bagaimana pentingnya minyakbumi bagi perkembangan sesuatu negara. Negara yang sedang berkembang akan sangat dipengaruhi perkembangannya oleh tidak adanya minyak- dan gasbumi, apalagi negara yang sudah berkembang. Dapat kita lihat bahwa tidak senua negara industri memiliki cadangan minyak, hanya beberapa negara saja yang memilikinya secara cukup atau berlebihan. Mungkin lebih banyak negara yang tidak mempunyai cadangan minyak daripada negara yang mempunyainya. Indonesia dalam hal ini beruntung sekali mempunyai cadangan minyak yang cukup besar, walaupun sebagai produsen minyakbumi di dunia hanya menduduki tempat nomor 9 ataupun 1O.

Berbagai negara Eropa pada umumnya tidak mempunyai cadangan minyakbumi. Inggris, Belanda, Swedia, Norwegia, Portugal, Spanyol, Irlandia tidak1ah mempunyai cadangan minyak yang diperlukan untuk kelangsungan peradabannya ataupun industrinya. Jerman dan Perancis hanya mempunyai sumber yang sangat terbatas. Romania merupakan produsen utama di Eropa kecuali Uni Soviet yang mempunyai cadangan minyak yang setaraf denqan Amerika Serikat dan kebutuhan untuk minyakbuminya dapat dipenuhi. Ditemukannya minyakbumi di Laut Utara akan menjadikan 'Inggris dan Swedia' sebagai negara produsen utama di Eropa dan memberikan gairah kepada beberapa negara di sekitarnya untuk mengexplorasi lebih banyak lagi, untuk mengakhiri ketergantungannya terhadap Timur Tengah. Amerika Serikat mempunyai cadangan cukup besar yaitu kira-kira 30 milyar barrel, mempunyai produksi harian yang sangat tinggi, sesuai dengan permintaan yang sangat besar, yaitu hampir 19.000.000 barrel tiap hari. Walaupun demikian tetap mengharuskan negara ini mengimpor minyak dari berbagai negara Timur Tengah, meskipun hanya meliputi 10% saja. Dengan adanya krisis energi pada tahun 1973-1974, sumber minyakbumi yang didapatkan di lepas pantai (terutama di daerah Pasifik) dan di Alaska
digiatkan. Pada mulanya pengusahaannya dihalang-halangi para ahli ilmu
lingkungan karena masalah perusakan lingkungan yang dapat ditimbulkannya. Akan tetapi ketidak-adaan energi merupakan masalah yang lebih gawat 1agi. Dengan demikian kita melihat bahwa tidak meratanya cadangan minyak di dunia ini (boleh dikatakan hanya terkonsentrasikan di Timur Tengah) menyebabkan banyak pertikaian politik yang terus menerus terjadi di Timur Tengah. Belakangan ini para pemimpin Arab rupanya sadar akan kepentingan minyakbumi untuk kehidupan Eropa Barat dan Amerika Serikat. Mereka berhasil dapat menguasai berbaqai perusahaan minyak dengan membeli saham perusahaan tersebut tanpa mengadakan nasionalisasi, sehingga memungkinkan melakukan aksi boikot dan embargo. Dengan demikian kita melihat bahwa minyak merupakan senjata ampuh bagi para pemimpin Arab terhadap negara barat. Pada waktu buku ini ditulis belumlah dapat dilihat bagaimana kesudahan politik atau pemakaian minyak sebagai suatu senjata politik baru.

Dari segi militer, minyakbumi telah menghasilkan metoda peperangan yang lain daripada sebelumnya. Minyakbumi telah memberikan mobilitas pada peperangan yang selanjutnya menghasilkan peperangan yang lebih dahsyat lagi tetapi lebih singkat. Sebagai contoh, misalnya perang Dunia Kedua. Adanya minyakbumi justru menghasilkan beraneka macam senjata yang lebih ampuh daripada sebelumnya, misalnya pesawat terbang, tank baja, kapal perang, kapal seram dan sebagainya. Adanya penguasaan minyakbumi seringkali menentukan jalannya peperangan. Misalnya saja Marsekal Rommel mengalami kekalahan di Afrika, bukan semata-mata karena tentaranya tidak mampu, tetapi karena akibat Korps Afrika yang dibanggakannya tidak berhasil mendapatkan bahan bakar untuk senjata perangnya. Begitu pun Jepang pada waktu pecahnya perang dunia kedua segera menyerbu ke Indonesia untuk menguasai lapangan minyak yang terdapat di Indonesia. Dengan demikian dia terpaksa menaklukkan Indonesia sebelum menyerbu ke Australia atau ke Amerika serikat. Sebaliknya Jendral MacArthur tidak perlu memperebutkan Indonesia, karena Amerika pada waktu itu mempunyai cadangan minyak yang cukup banyak sehingga Indonesia dilewat begitu saja. Dari Australia dia langsung melompat ke Philipina dan setelah Philipina dikuasai tentu persediaan minyakbumi dari Indonesia terputus dari angkatan perang Jepang dan Jepang pun kalah.

KEUNGGULAN MINYAK- DAN GASBUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI



Minyak- dan gasbumi, terutama minyakbumi, mempunyai keunggulan daripada
sumber energi lainnya yang telah diutarakan di atas. Keunggulan ini terutama ditinjau dari segi teknik maupun ekonomi. Keunggulan tersebut disebabkan karena berbagai sifat fisika tertentu dari minyak- dan gasbumi, yaitu antara lain:

1) SIFAT CAIR MINYAKBUMI
sifat cair minyakbumi ditinjau dari segi teknik menguntungkan; pertama-tama karena cairan itu mudah sekali untuk ditransportasikan. Cairan mudah disimpan dalam berbagai macam bentuk tempat ataupun tanki; dapat menyesuaikan diri dengan bentuk alat transport; dapat ditransport dengan memompakannya melalui pipa sehingga mengalir sendiri. Juga dari segi pemindahan, cairan sangat mudah dialirkan dengan menggunakan pipa dan sebagainya. Misalnya saja bensin, suatu hasil pengilangan minyakbumi, mudah ditempatkan da1am tanki motor yang bentuknya bisa disesuaikan dengan selera kita. Contoh lain ia1ah, mudahnya ditempatkan dalam mobil yang bentuk tankinya bisa disesuaikan dengan tempat yang tersedia dan ekonomi ruang yang terdapat dalam mobif tersebut. Bayangkan saja kalau kita harus menggunakan batubara sebagai sumber energi, maka penyimpanannya memerlukan tempat dan bentuk yang khusus, dan cara mentransportnya pun lebih sulit karena merupakan bahan yang sifatnya padat (bulky).
Gasbumi mempunyai sifat gas yang juga mempunyai keunggulan daripada zat padat, dan sebetulnya juga terhadap zal cair karena dapat dimampatkan, sehinqga volumenya dapat diperkecil. Di lain fihak gas sangat mudah mengalir dan kebocoran sulit diketahui, sehingga memerlukan teknologi lebih tinggi dalam penvimpanannva.Dapatlah dibayangkan bahwa dengan adanya sumber energi yang berbentuk cair atau gas ini penyimpanan dan transportasi sangat dipermudah.

2) MINYAK- DAN GASBUMI MEMPUNYAI NILAI KALOR TINGGI
Nilai kalori yang tinggi dapat dilihat pada Tabel l-1 yang menunjukkan bahwa bensin mempunyai kalori yang sangat tinggi. Juga gas, mempunyai nilai energi sangat tinggi.

Tabel 1 - 1 Nilai kalori beberapa jenis bahan-bakar
Bahan bakar
kal/gram
BTU/Lbs*
Kayu
Arang kayu (rata-rata)
Lignit/batubara muda
Batubara subbitumina
Batubara bitumina
Lemak hewan (rata)
Minyak nabati
Alkohol/eti1
Aspal
Minyak mentah
Minyak bunker
Solar (diesel fuel)
Minyak tanah (kerosene)
Bensin (gasoline)
3.990 - 4.420
7.260
3.328 - 3.339
5.289 - 5.862
5.650 - 8.200
9.500
9.300 - 9.500
6.456
5.295
70.419 – 70.839
10.283 - 1O.764
1O.667
11.006
11.528
7.182 – 7.956
13.068
5.440 - 6.010
9.520 - 10.550
10.240 - 14.620
17.100
16.740 - 17.1OO
11.620
9.530
78.755 - 79.570
18.510 - 19.516
19.200
19.810
20.750
*1 BTU = 252.000 kalori
 1 LBS = pound = 459 gram

Selain itu, minyak dan gasbumi juga bersifat memperkecil atau menciutkan volumenya, sehingga sangat mempermudah transportasi. Ini berarti bahwa satu kilogram minyakbumi akan menghasilkan kalori yang lebih banyak daripada satu kilogram batubara. Pengangkutan batubara tidak pu1a efisien, sehingga dengan demikian mengurangi ‘payload’. Bahan bakar berkalori tinggi memungkinkan misalnya pembuatan pesawat terbang ataupun roket yang berat dari penyediaan bahan bakarnya adalah kritis.

3) MINYAK- DAN GASBUMI MENGHASILKAN BERBAGAI MACAM BAHAN BAKAR
Minyak- dan gasbumi, terutama minyak mentah, menghasilkan berbagai macam fraksi distilasi yang merupakan bahan bakar untuk keperluan berbagai macam mesin. Misalnya, bensin untuk mesin motor, kerosin untuk mesin jet, solar untuk mesin diesel. Hal ini sangat menguntungkan dalam perancangan berbagai macam mesin untuk keperluan tertentu, sehingga kebutuhan bahan bakarnya dapat sesuai dengan masing-masing jenis mesin tersebut.

4) MINYAKBUMI MENGHASILKAN BERBAGAI MACAM PELUMAS
Hal ini tidak ada hubungannya dengan minyakbumi sebagai bahan bakar, akan tetapi jelas sekali bahwa adanya berbagai macam pelumas memungkinkan pembuatan berbagai jenis mesin, mulai dari 2-tak, diesel, pesawat jet, berbagai mesin perseneling dan sebagainya.

5) MINYAKBUMI DAPAT BERSIFAT SEBAGAI BAHAN BAKU YAITU BAHAN PETROKIMIA ('PETROCHEMICALS’, MISALNYA, BAHAN PLASTIK, TEKSTIL TERTENTU DAN SEBAGAINYA).
Sifatnya sebagai bahan petrokimia mempengaruhi perkembangan industry tekstil dan plastik dewasa ini. Sebagai bahan sintetis dan barang bahan, seperti plastik dan tekstil misalnya, minyakbumi memegang peranan sangat penting. Sebagai contoh, plastik sebagai alat pembungkus dewasa ini telah mendesak daun pisang, begitu pun bahan tekstil seperti nylon dan sebagainya dibuat dari bahan minyakbumi. Sekarang banyak bejana dibuat dari plastik dan bukan lagi dari besi atau logam lainnya, begitu pun pipa karet banyak digantikan dengan bahan berkualitas jauh lebih baik.
Kalau kita bandingkan keuntungan penggunaan minyakbumi dengan batubara, nyatalah perbedaan yang jauh sekali, misalnya saja dalam hal penambangannya. Sifat cair minyakbumi menyebabkan penambangannya jauh lebih mudah dan aman daripada batubara. Kita cukup membor dan memompa minyakbumi, sedangkan pada penambangan batubara kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Misalnya, karena penambangan batubara berlangsung di bawah tanah, timbullah berbagai persoalan: ventilasi udara, keamanan tambang, beraneka macan pengotoran yang terjadi di dalam tambang, kemungkinan kecelakaan gas dan sebagainya. Apabila diusahakan tambang terbuka, biaya jadi lebih mahal, misalnya pengupasan tanah yang menutup batubara memerlukan biaya sangat besar dan teknologi yang maju. Belum lagi biaya untuk mengangkut zat padat yang tergantung pada truck, lori ataupun kereta-api yang memerlukan tenaga serta ruang yang jauh lebih banyak daripada untuk mengambil minyak dengan cara pompa melalui pipa dan seterusnya. Memang secara geologi batubara jauh lebih mudah dicari daripada minyakbumi. Tetapi di lain fihak batubara itu kotor, sukar untuk ditransport sedangkan minyakbumi walaupun kotor dapat ditransport oleh pipa. Meskipun ada kemungkinan kebocoran pada penggunaan pipa, tetapi jauh lebih bersih daripada mentransport batubara. Selain itu instalasinya juga jauh lebih aman daripada penambangan batubara.
Sumber energi lainnya, yaitu sumber radioaktif, secara geologi lebih sulit lagi dicari, tetapi mempunyai nilai kalori atau sumber yang lebih besar daripada minyakbumi. Sumber nuklir juga dapat menimbulkan bahaya dan pengotoran udara yang lebih besar daripada minyakbumi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk abad ini, minyak- dan gasbumi, terutama minyakbumi, mempunyai keunggulan yanq lebih tinggi daripada sumber energi lainnya.
Juga sampai kini minyakbumi merupakan sumber energi yang palinq murah, setidaknya sebelum kenaikan harga minyakbumi semakin melonjak.

KEPENTINGAN MINYAK- DAN GASBUMI DALAM PERADABAN



Sebelum akhir tahun 1973 pentingnya minyak- dan gasbumi sebagai bahan galian tidaklah terlalu terasa. Pada waktu buku ini ditulis, boikot, embargo dan penurunan produksi minyakbumi di Timur Tengah, telah me-nimbulkan apa yang terkenal sebagai krisis energi. Penurunan produksi minyakbumi telah mengakibatkan timbulnya krisis di seluruh dunia dan memberikan pengaruh politik ataupun ekonomi.
Dari sini dapat dilihat, bahwa minyakbumi merupakan salah satu sumber kekayaan yang sangat penting, yang berpengaruh ataupun yang merupakan salah satu faktor peradaban manusia. Haruslah diingat bahwa minyak- dan gasbumi merupakan bahan galian, dan sebagaimana halnya bahan gali-an lainnya bersifat tak dapat tumbuh kembali, atau dengan kata lain, ‘bahan pakai-habis’, sekali kita ambil, habislah bahan itu. Minyakbumi mempunyai peranan khusus karena bukan semata-mata bersifat bahan galian tetapi juga berupa bahan bakar. Jadi merupakan sumber energy yang penting.
Apa sajakah sumber energi di dunia kini? Yang lazim kita kenal adalah, antara lain:

ARANG DAN KAYU
Arang dan kayu merupakan sumber energi tertua yang dikenal manusia. Manusia purba pertama kali berkenalan dengan api melalui arang ataupun kayu. Tentunya hal ini diketahui dari pengalaman melihat terbakarnya hutan dan sebagai akibatnya, tumbuhan ataupun daging binatang kemudian dapat dimakan dengan lebih enak lagi. Sejak itulah manusia purba mulai menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak makanannya dan untuk memanasi badannya sewaktu hawa dingin. Di Indonesia orang masih banyak menggunakan arang dan kayu, sebagaimana kita lihat di pedesaan. Sebaliknya, di negara yang lebih maju keadaannya berbeda, kecuali misalnya sewaktu orang berkemah. Sumber arang dan kayu tentu terbatas pada persediaan tumbuhan, dan dengan ditebangnya hutan makin lama makin sedikitlah persediaan arang dan kayu ini. Tetapi di lain fihak kayu dapat ditanam kembali berulang-ulang tanpa ada habisnya.

BATUBARA
Batubara merupakan sumber energi yang sangat penting, terutama di abad yang lalu. Diberbagai negara seperti di Eropa Barat dan Amerika Serikat, batubara sebetulnya merupakan penggerak utama industrialisasi. Batubara sering dihubungkan orang dengan pertambangan dan, pada gilirannya, tambang batubara merupakan sarang gerakan buruh abad itu. Mesin pada waktu itu umumnya digerakkan oleh batubara, di antarnya kereta-api dan kapal-api. Pengertian ‘kereta-api’ dan ‘kapal-api’ untuk generasi lama dihubungkan dengan batubara sebagai bahan energi atau tenaga yang menggerakkannya.
Negara industry yang maju pada abad ke-18, pada hakekatnya memang merupakan negara yang mempunyai cadangan batubara, seperti misalnya Inggris, Perancis dan Jerman. Bahkan suatu daerah dapat menjadi sumber sengketa karena mempunyai batubara, seperti misalnya Elzas-Lotharingen antara Perancis dan Jerman. Juga Amerika Serikat di sebelah Timur; seperti daerah Appalachia, merupakan pusat industry karena terdapatnya batubara. Jepang terpaksa mengadakan peperangan dan mengadakan politik ekspansi untuk mendapatkan batubara, terutama di daerah Mansyuria. Maka munculnya berbagai negara industry di abad ke-18 adalah berkat adanya tambang batubara. Batubara juga merupakan salah satu sumber berbagai bahan kimia dan juga sumber pembuatan gas kota. Malahan banyak yang mengira bahwa gas itu hanya dapat dibuat dari batubara saja. Batubara jelas merupakan suatu sumber energi yang penting di abad ke-18. Dengan menipisnya cadangan minyak dan gasbumi dewasa ini batubara kembali memegang peranan sebagai sumber energi.

MINYAK- DAN GASBUMI
Minyak- dan gasbumi merupakan bahan yang paling penting di dunia dewasa ini sebagai sumber energi. Tidak banyak orang menginsyafi bahwa di negara maju, minyak- dan gasbumi merupakan sumber energi utama bagi pembangkit tenaga listrik, misalnya saja di Jepang dan di Amerika Serikat. Diturunkannya produksi minyak- dan gasbumi oleh berbagai negara di Timur Tengah telah mengakibatkan dikuranginya perlistrikan di banyak negara yang telah maju. Selain itu pentingnya minyak- dan gasbumi lebih jelas lagi karena zat itu merupakan penggerak berbagai mesin motor, mesin diesel, mesin jet untuk pesawat terbang, serta mesin-mesin lain untuk penggerak industry. Malahan dewasa ini kereta-api uap pun banyak mempergunakan minyak sebagai bahan bakar. Kita ingat juga bahwa sebelum perang dunia ke II bahan bakar utama untuk dapur di Indonesia sebetulnya ialah arang dan kayu, tetapi sekarang ini minyak tanah merupakan bahan pentin bagi setiap ibu rumahtangga. Walaupun dewasa ini juga banyak dipergunakan elpiji atau minyakbumi yang dicairkan (liquefied petroleum gas), tetapi nyatanya di Indonesia minyak tanah merupakan bahan bakar penting dalam rumahtangga.

SUMBER HIDRO-LISTRIK
Sumber hidro-listrik merupakan sumber tenaga didasarkan pada bergerak-nya air dari kedudukan yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, sehingga energi potensial diubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik inilah yang kemudian menggerakkan turbin serta mesin pembangkit tenaga listrik dan menghasilkan tenaga listrik yang disalurkan melalui kawat listrik.

Di Indonesia kita selalu membayangkan bahwa tenaga listrik berasal dari tenaga air. Hal ini tidaklah selalu demikian, misalnya di Jakarta sekarang, sumber tenaga listrik sebagian besar diambil dari sumber tenaga uap. Di Jepang pun tidak seluruh tenaga listrik diambil dari pembangkit tenaga air, tetapi diambil dari pembangkit tenaga diesel. Di negara Swiss misalnya, listrik memang dibangkitkan oleh tenaga air karena sumber air banyak terdapat di sana. Semua negara yang tidak memiliki sumber air, seperti Belanda misalnya, tentu sangat tergantung pada sumber minyak dan gasbumi. Di masa yang akan datang, selain sungai juga ada kemungkinan pasang surut dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangkit tenaga listrik. Namun sampai dewasa ini perkembangannya belum sampai sedemikian rupa sehingga dapat merupakan sumber energi penting.

ENERGI NUKLIR
Energi nuklir sering dikatakan sebagai sumber energi untuk masa yang akan datang. Sampai kini enrgi nuklir masih merupakan persentasi yang kecil daripada seluruh bentuk energi yang dipergunakan di dunia ini. Demikian pula halnya di Amerika Serikat. Menurut para peramal, mungkin energi nuklir ini masih juga belum mampu untuk dapat digunakan sebagai sumber energi penting di abad berikut nanti. Perlu dikatakan di sini, bahwa sumber energi nuklir dihasilkan oleh bahan mineral, yaitu uranium, yang terdapat juga di dalam kerakbumi, sehingga untuk pencahariannya pun diperlukan pengetahuan geologi.

ENERGI MATAHARI
Energi matahari sampai sekarang masih belum dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik untuk kepentingan rumahtangga ataupun in-dustri. Energi matahari sebetulnya merupakan sumber energi yang tak terbatas atau merupakan suatu sumber yang tidak akan habis. Namun efisiensi pemanfaatannya masih jauh dari yang kita harapkan, walaupun dewasa ini satelit komunikasi, dan jenis satelit lainnya yang dinaiki manusia seperti "Skylab" dan juga pesawat ruang angkasa ke bulan dan sebagainya telah banyak memanfaatkan sumber matahari sebagai sumber
listriknya. Sampai sekarang sumber ini masih belum dapat dimanfaatkan untuk perlistrikan kita sehari-hari karena masih banyak persoalan yang dihadapi untuk dapat mengumpulkan energi yang begitu banyak dan sebetulnya murah itu. Penelitian dan pengembangan masih diperlukan untuk dapat menggunakannya secara efisien.

ENERGI PANAS BUMI (geotermal)
Telah diketahui bahwa temperatur bumi makin ke dalam makin meningkat. Geja1a ini dikenal dengan istilah gradien geotermal. Angka rata-rata gradien ini berkisar dari loF/100 kaki sanpai 3oF/100 kaki atau rata-rata 2oC/100 meter. Namun di beberapa tempat di dunia diketahui, bahwa gradien ini mempunyai nilai yang lebih tinggi terutama di daerah-daerah
volkanik. Perbedaan gradien yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Dengan melakukan pemboran di daerah tersebut, air yang masuk pada kedalaman bertemperatur tinggi ini dapat disalurkan ke luar dengan pipa dalam bentuk uap yang dapat menggerakkan turbin. Hal tersebut telah dilakukan, misalnya di Italia dan New Zealand. Di Indonesia, pemanfaatan sumber energri geotermal ini telah mulai dirintis, yaitu di Pegunungan Dieng, Kawah Kamojang dan lain-lain tempat. Secara teoritis sumber energi ini tidak akan habis, selama dalam bumi masih panas yang dapat berlangsung bermilyar tahun. Pemanfaatan sumber panas bumi merupakan potensi sumber energi untuk masa yang akan datang.

Dapat kita ulaskan, bahwa sebagian besar daripada semua sumber energi tersebut di atas sebetulnya berasal dari matahari. Misalnya saja arang dan kayu; jelas arang berasal dari kayu, kayu berasal dari tumbuhan dan tumbuhan dapat tumbuh karena fotosintesis, yaitu proses pembentukan glukosa (zat gula), di sini gas CO2 dan air oleh pengaruh sinar matahari menjadi gula. Jelas adanya sinar matahari adalah sangat mutlak. Sebetulnya tenaga yang dibawa oleh sinar matahari itu disimpan di dalam bahan yang dibentuk tumbuhan, antara lain kayu. Jadi, sebetulnya panas yang keluar dari arang itu adalah panas sinar matahari. Dalam hal batubara, secara geologi dapat dibuktikan, bahwa batubara berasal dari tumbuhan yang telah menjadi fosil. Jadi jelas, sumber energi yang tersimpan dalam batubara inipun berasal dari sinar matahari. Dalam hal minyak dan gasbumi para ahli geotogi percaya, bahwa minyak dan gasbumi pun berasal dari zat organik. Jadi, energi diambil dari zat organik yang telah mengalami sedimentasi dan seolah-o1ah telah menjadi fosil. Maka organisme itu tentu juga mengambil energinya dari makanannya yang diambil terutama dari kehidupan lain. Dalam ha1 ini tumbuhan jelas merupakan penghasil energi utama dari fotosintesis. Di sini matahari memegang peranan penting. Dengan demikian dapatlah difahami. Bahwa sebetulnya energi yang dipancarkan matahari itu disimpan oleh tumbuhan dan dimakan oleh zat organisme lainnya. Sesudah organisme itu meninggal, zat organik tertumpuk dan masuk ke dalam sedimen. Energi masih tetap tersimpan di dalam zat organik tersebut yang kemudian diubah menjadi minyak- dan gasbumi. Dengan demikian energi yang terdapat di dalam minyak- dan gasbumi itu berasal dari matahari. Jadi, kalau kita membakar minyak tanah misalnya, sebetulnya api panas yang keluar dari minyak tanah tersebut tidak lain dari sinar matahari yang telah dikungkung oleh zat organik dan telah tersimpan berjuta-juta tahun. Jadi, energi yang terdapat dalam batubara, minyak- dan gasbumi sebetulnya adalah energi matahari yang telah diawetkan dan disimpan dalam kerakbumi. Dengan demikian banyak orang yang mengatakan bahwa batubara, minyak- dan gasbumi itu sebetulnya tidak lain daripada energi fosil. Mengenai sumber hidro-listrik kita mengetahui, bahwa air dapat sampai di atas pegunungan berkat sinar matahari. Matahari menyinari lautan dan menghasilkan uap, dan di dalam uap itu terkungkung energi yang berasal dari matahari. Waktu dihujankan sebagian air jatuh di tempat yang lebih tinggi daripada 1aut, sehingga mempunyai energi potensial yanq lebih besar. Energi potensial ini didapatkan dari energi matahari. Pada waktu air itu turun ke laut, energi potensial diubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik itu tidak lain ialah energi matahari yang telah dibebaskan. Dengan demikian jika kita menyalakan lampu listrik, walaupun sumbernya dari Jatiluhur misalnya, energi yang dikeluarkan dari lampu ini adalah sinar matahari tersebut. Energi nuklir dan energi geothermal sebetulnya adalah satu-satunya sumber energi yang bukan berasal dari energi matahari. Energi nuklir didapatkan dari bumi, dan bumi sendiri berasal dari matahari. Walaupun demikian bolehlah kita katakan, bahwa energi nuklir dan geotermal adalah satu-satunya sumber energi yang bukan berasal dari energi matahari.

PENGERTIAN MINYAK- DAN GASBUMI



Minyak- dan gas bumi adalah istilah Indonesia yang pemakaiannya telah mendarah-daging pada kita. Sebelumnya, lebih banyak dipergunakan orang istilah minyak tanah yang berarti minyak yang dihasilkan dari dalam tanah. Dengan diketahuinya bahwa minyak tanah atau minyak mentah itu terdapat bersama-sama dengan gas alam, maka istilah yang lazim sekarang adalah minyak- dan gasbumi.
Dalam beberapa bahasa lain, di antaranya Inggris, istilah yang dipergunakan adalah petroleum, yang berasal dari kata petro, batu dan oleum, minyak. Jadi arti ‘petroleum’ sebenarnya ialah ‘minyak batu’.
Istilah ‘minyakbumi’ lebih tepat, karena memang minyak ini terdapat dalam bumi dan bukan dalam tanah. Istilah yang juga sering diguanakan adalah minyak mentah, dalam bahasa Inggris crude oil atau disingkat crude saja. Minyak mentah yang berarti minyak yang belum dikilang, jadi yang masih terdapat dalam kerakbumi. Selain itu terdapat gasbumi yang dalam bahasa Inggris disebut earth gas, tetapi istilah ini tidak banyak digunakan. Istilah yang lazim ialah natural gas, yang kita salin jadi gas alam.
Istilah ‘minyak tanah’ mempunyai arti lain; dalam dunia minyak orang mengenalnya sebagai kerosin, salah satu hasil mengilangan minyakbumi. Istilah lain adalah minyak lantung, dan lantung artinya batu, jadi minyak lantung adalah minyak batu, sama dengan petroleum.
Istilah yang dipergunakan dalam buku ini ialah minyak- dan gasbumi, yang di dalamnya tercakup minyak mentah yang belum dikilang dan gas bumi. Istilah ‘gas alam’ tidak akan dipergunakan. Istilah minyak tanah akan dibatasi penggunaannya untuk pengertian sehari-hari, untuk selebihnya terpakai kerosin.
Buku ini berjudul ‘Geologi Minyak- dan Gasbumi’. Arti geologi minyak- dan gasbumi sebetulnya adalah tempat atau cara terdapatkan minyak- dan gasbumi di dalam kerakbumi secara geologi. Dapat pula kita artikan sebagai ilmu yang mempelajari keadaan geologi atau cara terdapatnya minyak- dan gasbumi di dalam kerakbumi ataupun di dalam bumi.