MINYAKBUMI SEBAGAI ZAT UNIK DALAM KERAKBUMI



Minyakbumi merupakan suatu zat unik di dalam kerakbumi yang sebetulnya serba padat di samping air. Keunikan tersebut dapat kita perinci sebagai berikut:
1) Sifatnya yang cair membedakannya dengan zat lain di sekitarnya, kecuali air.
2) Sifatnya yang cair menyebabkan geologi sejarah minyakbumi pun berlainan dari kerakbumi sendiri.
Cara terbentuknya kerakburni dan perkembangannya, juga lain dengan minyakbumi. Minyakbumi dibentuk di tempat tertentu, tetapi karena sifatnya yang cair, dapat pindah dan berkumpul di tempat lain.
3)Susunan kimia minyakbumi juga berbeda dengan kerakbumi. Minyakbumi merupakan campuran komplex senyawa hidro-karbon dari berbagaimacam isomer, dengan rantai panjang, merupakan jaringan yang komplex, dan jumlahnya ratusan bahkan sampai ribuan. Kerakbumi terbentuk daripada batuan yang terdiri dari berbagai mineral- terutama mineral silikat, yaitu mengandung unsur silikon dan oksigen. Jadi di satu fihak kita menghadapi suatu sistem hidro-karbon, di lain fihak sistem silikat.
4) Secara kimia minyakbumi mempunyai hubungan erat dengan zat organik sehingga batuan sedimen merupakan habitat minyak dalam kerakbumi.

Pada beberapa bab selanjutnya, akan dijelaskan bahwa minyakbumi merupakan hasil penguraian atau pengubahan zat organik, sedangkan zat organik hanya didapatkan atau ikut terendapkan dengan batuan sedimen dan tidak mungkin dengan batuan beku atau pun batuan metamorf. Jadi, jelaslah bahwa terbentuknya minyakbumi sangat erat hubungannya dengan cara pembentukan batuan sedimen.

BEBERAPA POKOK KEBIJAKSANAAN DALAM PENGGUNAAN MINYAK BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI



Suatu kebijaksanan mengenai energi yang menyangkut minyakbumi haruslah berdasarkan tisa pokok sebagai berikut:

1) KENYATAAN BAHWA MINYAKBUMI (SEBAGAIMANA JUGA DENGAN BAHAN MINERAL LAINNYA) MERUPAKAN BAHAN YANG DAPAT HABIS (Exhaustible) ATAU DAPAT DIKATAKAN BAHAN PAKAI HABIS
Sekali kita pompakan minyak dari kerakbumi dan kemudian kita pakai, cadangannya akan menciut terus dan akan habis. Akibat daripada dalil ini, berarti explorasi minyakbumi harus terus-menerus dilakukan. Harus pula ditentukan garis besar kebijaksanaan mengenai pengelolaan energi, yaitu bahwa setiap barrel minyak yang diproduksikan secara minimal haruslah ditandingi dengan penemuan satu barrel minyak oleh usaha explorasi. Jadi, untuk negara mana pun haruslah dipegang suatu kebijaksanaan, bahwa explorasi harus terus-menerus dilakukan bukan semata-mata untuk menambah cadangan yang ada tetapi juga menutup cadangan yans telah diproduksikan.

2) KONSUMSI MINYAKBUMI TERUS-MENERUS MENTNGKAT
Telah kita ketahui bahwa untuk mempertahankan peradaban dan kemajuan negara yang telah berkembang ataupun yang belum berkembang diperlukan konsumsi minyakbumi yang terus-menerus meningkat.
Pada tahun tujuhpuluhan, konsumsi minyakbumi di seluruh dunia kira-kira masih berkisar sekitar empat puluh juta barrel setiap hari, dan menurut proyeksi maka pada tahun 1990 kebutuhan minyakbumi itu akan mencapai 100 juta barrel setiap hari. Ini merupakan suatu kebutuhan yang luar biasa dan sampai kini belumlah diketahui apakah permintaan sebesar itu dapat dipenuhi pada tahun 1990. Tetapi dengan adanya krisis energi pada tahun 1973, berbagai negara yang telah maju mulai sadar bahwa konsumsi minyak bumi haruslah dikurangi atau setidak-tidaknya dikekang. Kalau tidak demikian maka dalam waktu yang tidak lama cadangan minyakbumi akan habis. Kebijaksanaan ini haruslah dijadikan pedoman bagi negara penghasil minyak ataupun konsumen minyak. Untuk Asia Tenggara misalnya, dewasa ini produksi Indonesia berlebihan, akan tetapi di tahun-tahun mendatang dengan meningkatnya permintaan minyakbumi, maka daerah Asia Tenggara ini pasti sudah mulai mengimpor dari negara lainnya, kecuali jika Indonesia mampu mempertinggi produksinya dan memperbesar cadangannya.

3) KEBIJAKSANAN HARUS JUGA DIDASARKAN ATAS TIDAK MERATANYA SUMBER MINYAKBUMI DI SELURUH DUNIA
Bukan saja di seluruh dunia, tetapi di satu negara pun penyebarannya tidak merata. Misalnya saja Indonesia, tidak semua daratan ataupun lautan di dalam daerah Indonesia menghasilkan minyak. Walaupun tersebars ecara tidak merata tetapi tetap terdapat dalam jalur geologi tertentu. Penyebaran tidak merata ini dapat menyebabkan pertikaian politik sebagaimana kita lihat di Timur Tengah. Juga kita lihat dalam pertikaian batasan landasan kontinen, adanya minyakbumi merupakan suatu faktor Penting.
Di masa lampau tidak meratanya penyebaran minyakbumi telah menyebabkan politik expansi, kolonialisasi serta imperialisme dan lain-1ain.Dewasa ini juga masih menyebabkan expansi politik ekonomi. Banyak negara berkembang berusaha untuk menguasai daerah yang kaya minyak bukan ditinjau dari segi militer tetapi segi politik ekonomi.

Dari uraian di atas jelas pulalah, bahwa kebijaksanaan mengenai energi dan minyakbumi haruslah didasarkan atas kenyataan sebagaimana telah disebutkan di atas. Jadi, jika suatu negara ingin maju, negara itu pun harus mengamankan persediaan minyaknya dan harus merencanakannya untuk waktu yang cukup lama. Selain itu negara tersebut harus berusaha memenuhi kebutuhan minyaknya dengan mempertimbangkan ketiga pokok kebijaksanaan yang telah diuraikan di atas.

KETERGANTUNGAN PERADABAN KINI PADA MINYAKBUMI



Kejadian pada akhir tahun l973 dan awal 1974 merupakan contoh paling baik mengenai ketergantungan peradaban dan kebudayaan manusia dewasa ini pada minyakbumi. Dengan diciutkannya produksi minyakbumi di beberapa negara penghasil minyak di Timur Tengah, timbullah suatu krisis yang meliputi seluruh dunia. Padahal pengurangan hanyalah meliputi 10% saja. Maka dapatlah dibayangkan bagaimana efeknya terhadap peradaban kita ini kalau minyakbumi itu sana sekali tidak ada. Pertama-tama dalam ha1 transport; jika minyakbumi tidak ada, maka pesawat terbang, kapal laut (yang dewasa ini binyak menggunakan mesin diesel ataupun uap yang mempergunakan minyakbumi), kereta-api dan apalagi kendaraan bermotor, seperti mobil truck, bus dan sebagainya tidak mungkin berjalan. Dalam keadaan tertentu, misalnya kapal-api memang masih bisa berjalan dengan batubara, begitupun kereta-api. Tapi jelas, bahwa kita tak bisa hidup tanpa alat transport lainnya, seperti mobil, pesawat terbang dan lain- lain.
Misalnya saja di Amerika serikat; untuk kota semacam New York jika sama sekali tidak ada minyakbumi maka penduduknya yang berjumlah 8.000.000 akan mati kelaparan karena tidak akan ada bahan makanan yang masuk ke kota tersebut. Bukan saja lalu-lintas manusia yang tidak bisa bergerak, tetapi berbagai macam barang, bahan vital untuk hidup sehari-hari dapat terputus oleh karenanya. Demikian pula di Indonesia walaupun kita belum seluruhnya tergantung dari minyak- dan gasbumi akan tetapi kita bisa mengharapkan berbagai kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja jika minyak tanah tidak ada, maka masak pun akan menjadi persoalan. Tak adanya bensin bisa menimbulkan kekacauan ekonomi.
Di Amerika Serikat kebutuhan akan minyakbumi lebih-lebih lagi menonjol karena keadaan musim. Tidak adanya minyakbumi akan mengakibatkan perumahan menjadi dingin dalam musim winter dan tentu akan banyak manusia mati beku, karena sistem pemanasan untuk perumahannya sudah sama sekali tergantung pada minyak- dan gasbumi. Hanya kelangsungan kehidupan di kota kecil atau di perkampungan saja yang masih dapat diharapkan, yaitu dengan mempergunakan kayu ataupun batubara. Untuk industri akibatnya sudah jelas, karena produksi akan macet sama sekali tanpa adanya tenaga penggerak.
Demikianlah penurunan produksi minyak oleh beberapa negara Arab pada tahun 1973-1974 telah menimbulkan suatu kemunduran bagi industri. Apalagi jika sumber minyak tidak ada sama sekali, maka seluruh industry akan lumpuh. Sumber energi lainnya tentu saja dapat dipergunakan, seperti misalnya batubara (di Inggris), tetapi bagaimana pun tingkat industrialisasi akan sangat mundur. Produksi tenaga listrik juga sangat dipengaruhi oleh peristiwa tahun 1973-1974. Jepang menjadi gelap gulita karena kebanyakan sumber tenaga listriknya tergantung dari minyakbumi. Begitupun Amerika Serikat, sebab lebih dari 50% sumber perlistrikan berasal dari pembangkit tenaga uap atau diesel yang dihasilkan atau digerakkan oteh minyakbumi. Di New York, seluruh kehidupan tergantung pada listrik, misalnya untuk naik-turun lift atau elevator, pemanasan dan sebagainya. Tanpa adanya minyak, peradaban di Amerika Serikat yang kita ketahui dewasa ini akan mati sama sekali.

Dapat diulas kembali bahwa peradaban yang dewasa ini kita nikmati sangat tergantung pada minyak- dan gasbumi, maka sulitlah untuk dibayangkan bagaimana jika minyak- dan gasbumi itu sudah tidak ada lagi. Dewasa ini lebih dari separuh cadangan minyakbumi terdapat di beberapa neqara Timur Tengah dan kehidupan ini akan sangat tergantung daripada kebijaksanaan para pemimpin di Timur Tengah. Dari sini kita bisa melihat pentingnya minyakbumi; bukan saja mempengaruhi politik militer tetapi terutama kebudayaan kita. Banyak ahli meramalkan bahwa minyakbumi akan habis di abad ke-21. Sementara ini berbagai sumber energi lainnya harus mulai dikembangkan.
Sukar untuk dibayangkan mengenai apa yang akan terjadi dengan mobil, pesawat jet dan kendaraan lainnya (yang dewasa ini merupakan sesuatu yang sudah dianggap biasa), kalau dalam abad ke-21 nanti minyakbumi bukan lagi merupakan sumber energi utama.

Perkembangan segi politik dan segi militer merupakan sebagian kecil saja dari akibat ketergantungan peradaban manusia dewasa ini pada minyak- dan gasbumi.
Hidup matinya suatu negara sangat tergantung daripada minyakbumi. Krisis energi tahun 1973-1974 menggambarkan bagaimana pentingnya minyakbumi bagi perkembangan sesuatu negara. Negara yang sedang berkembang akan sangat dipengaruhi perkembangannya oleh tidak adanya minyak- dan gasbumi, apalagi negara yang sudah berkembang. Dapat kita lihat bahwa tidak senua negara industri memiliki cadangan minyak, hanya beberapa negara saja yang memilikinya secara cukup atau berlebihan. Mungkin lebih banyak negara yang tidak mempunyai cadangan minyak daripada negara yang mempunyainya. Indonesia dalam hal ini beruntung sekali mempunyai cadangan minyak yang cukup besar, walaupun sebagai produsen minyakbumi di dunia hanya menduduki tempat nomor 9 ataupun 1O.

Berbagai negara Eropa pada umumnya tidak mempunyai cadangan minyakbumi. Inggris, Belanda, Swedia, Norwegia, Portugal, Spanyol, Irlandia tidak1ah mempunyai cadangan minyak yang diperlukan untuk kelangsungan peradabannya ataupun industrinya. Jerman dan Perancis hanya mempunyai sumber yang sangat terbatas. Romania merupakan produsen utama di Eropa kecuali Uni Soviet yang mempunyai cadangan minyak yang setaraf denqan Amerika Serikat dan kebutuhan untuk minyakbuminya dapat dipenuhi. Ditemukannya minyakbumi di Laut Utara akan menjadikan 'Inggris dan Swedia' sebagai negara produsen utama di Eropa dan memberikan gairah kepada beberapa negara di sekitarnya untuk mengexplorasi lebih banyak lagi, untuk mengakhiri ketergantungannya terhadap Timur Tengah. Amerika Serikat mempunyai cadangan cukup besar yaitu kira-kira 30 milyar barrel, mempunyai produksi harian yang sangat tinggi, sesuai dengan permintaan yang sangat besar, yaitu hampir 19.000.000 barrel tiap hari. Walaupun demikian tetap mengharuskan negara ini mengimpor minyak dari berbagai negara Timur Tengah, meskipun hanya meliputi 10% saja. Dengan adanya krisis energi pada tahun 1973-1974, sumber minyakbumi yang didapatkan di lepas pantai (terutama di daerah Pasifik) dan di Alaska
digiatkan. Pada mulanya pengusahaannya dihalang-halangi para ahli ilmu
lingkungan karena masalah perusakan lingkungan yang dapat ditimbulkannya. Akan tetapi ketidak-adaan energi merupakan masalah yang lebih gawat 1agi. Dengan demikian kita melihat bahwa tidak meratanya cadangan minyak di dunia ini (boleh dikatakan hanya terkonsentrasikan di Timur Tengah) menyebabkan banyak pertikaian politik yang terus menerus terjadi di Timur Tengah. Belakangan ini para pemimpin Arab rupanya sadar akan kepentingan minyakbumi untuk kehidupan Eropa Barat dan Amerika Serikat. Mereka berhasil dapat menguasai berbaqai perusahaan minyak dengan membeli saham perusahaan tersebut tanpa mengadakan nasionalisasi, sehingga memungkinkan melakukan aksi boikot dan embargo. Dengan demikian kita melihat bahwa minyak merupakan senjata ampuh bagi para pemimpin Arab terhadap negara barat. Pada waktu buku ini ditulis belumlah dapat dilihat bagaimana kesudahan politik atau pemakaian minyak sebagai suatu senjata politik baru.

Dari segi militer, minyakbumi telah menghasilkan metoda peperangan yang lain daripada sebelumnya. Minyakbumi telah memberikan mobilitas pada peperangan yang selanjutnya menghasilkan peperangan yang lebih dahsyat lagi tetapi lebih singkat. Sebagai contoh, misalnya perang Dunia Kedua. Adanya minyakbumi justru menghasilkan beraneka macam senjata yang lebih ampuh daripada sebelumnya, misalnya pesawat terbang, tank baja, kapal perang, kapal seram dan sebagainya. Adanya penguasaan minyakbumi seringkali menentukan jalannya peperangan. Misalnya saja Marsekal Rommel mengalami kekalahan di Afrika, bukan semata-mata karena tentaranya tidak mampu, tetapi karena akibat Korps Afrika yang dibanggakannya tidak berhasil mendapatkan bahan bakar untuk senjata perangnya. Begitu pun Jepang pada waktu pecahnya perang dunia kedua segera menyerbu ke Indonesia untuk menguasai lapangan minyak yang terdapat di Indonesia. Dengan demikian dia terpaksa menaklukkan Indonesia sebelum menyerbu ke Australia atau ke Amerika serikat. Sebaliknya Jendral MacArthur tidak perlu memperebutkan Indonesia, karena Amerika pada waktu itu mempunyai cadangan minyak yang cukup banyak sehingga Indonesia dilewat begitu saja. Dari Australia dia langsung melompat ke Philipina dan setelah Philipina dikuasai tentu persediaan minyakbumi dari Indonesia terputus dari angkatan perang Jepang dan Jepang pun kalah.

KEUNGGULAN MINYAK- DAN GASBUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI



Minyak- dan gasbumi, terutama minyakbumi, mempunyai keunggulan daripada
sumber energi lainnya yang telah diutarakan di atas. Keunggulan ini terutama ditinjau dari segi teknik maupun ekonomi. Keunggulan tersebut disebabkan karena berbagai sifat fisika tertentu dari minyak- dan gasbumi, yaitu antara lain:

1) SIFAT CAIR MINYAKBUMI
sifat cair minyakbumi ditinjau dari segi teknik menguntungkan; pertama-tama karena cairan itu mudah sekali untuk ditransportasikan. Cairan mudah disimpan dalam berbagai macam bentuk tempat ataupun tanki; dapat menyesuaikan diri dengan bentuk alat transport; dapat ditransport dengan memompakannya melalui pipa sehingga mengalir sendiri. Juga dari segi pemindahan, cairan sangat mudah dialirkan dengan menggunakan pipa dan sebagainya. Misalnya saja bensin, suatu hasil pengilangan minyakbumi, mudah ditempatkan da1am tanki motor yang bentuknya bisa disesuaikan dengan selera kita. Contoh lain ia1ah, mudahnya ditempatkan dalam mobil yang bentuk tankinya bisa disesuaikan dengan tempat yang tersedia dan ekonomi ruang yang terdapat dalam mobif tersebut. Bayangkan saja kalau kita harus menggunakan batubara sebagai sumber energi, maka penyimpanannya memerlukan tempat dan bentuk yang khusus, dan cara mentransportnya pun lebih sulit karena merupakan bahan yang sifatnya padat (bulky).
Gasbumi mempunyai sifat gas yang juga mempunyai keunggulan daripada zat padat, dan sebetulnya juga terhadap zal cair karena dapat dimampatkan, sehinqga volumenya dapat diperkecil. Di lain fihak gas sangat mudah mengalir dan kebocoran sulit diketahui, sehingga memerlukan teknologi lebih tinggi dalam penvimpanannva.Dapatlah dibayangkan bahwa dengan adanya sumber energi yang berbentuk cair atau gas ini penyimpanan dan transportasi sangat dipermudah.

2) MINYAK- DAN GASBUMI MEMPUNYAI NILAI KALOR TINGGI
Nilai kalori yang tinggi dapat dilihat pada Tabel l-1 yang menunjukkan bahwa bensin mempunyai kalori yang sangat tinggi. Juga gas, mempunyai nilai energi sangat tinggi.

Tabel 1 - 1 Nilai kalori beberapa jenis bahan-bakar
Bahan bakar
kal/gram
BTU/Lbs*
Kayu
Arang kayu (rata-rata)
Lignit/batubara muda
Batubara subbitumina
Batubara bitumina
Lemak hewan (rata)
Minyak nabati
Alkohol/eti1
Aspal
Minyak mentah
Minyak bunker
Solar (diesel fuel)
Minyak tanah (kerosene)
Bensin (gasoline)
3.990 - 4.420
7.260
3.328 - 3.339
5.289 - 5.862
5.650 - 8.200
9.500
9.300 - 9.500
6.456
5.295
70.419 – 70.839
10.283 - 1O.764
1O.667
11.006
11.528
7.182 – 7.956
13.068
5.440 - 6.010
9.520 - 10.550
10.240 - 14.620
17.100
16.740 - 17.1OO
11.620
9.530
78.755 - 79.570
18.510 - 19.516
19.200
19.810
20.750
*1 BTU = 252.000 kalori
 1 LBS = pound = 459 gram

Selain itu, minyak dan gasbumi juga bersifat memperkecil atau menciutkan volumenya, sehingga sangat mempermudah transportasi. Ini berarti bahwa satu kilogram minyakbumi akan menghasilkan kalori yang lebih banyak daripada satu kilogram batubara. Pengangkutan batubara tidak pu1a efisien, sehingga dengan demikian mengurangi ‘payload’. Bahan bakar berkalori tinggi memungkinkan misalnya pembuatan pesawat terbang ataupun roket yang berat dari penyediaan bahan bakarnya adalah kritis.

3) MINYAK- DAN GASBUMI MENGHASILKAN BERBAGAI MACAM BAHAN BAKAR
Minyak- dan gasbumi, terutama minyak mentah, menghasilkan berbagai macam fraksi distilasi yang merupakan bahan bakar untuk keperluan berbagai macam mesin. Misalnya, bensin untuk mesin motor, kerosin untuk mesin jet, solar untuk mesin diesel. Hal ini sangat menguntungkan dalam perancangan berbagai macam mesin untuk keperluan tertentu, sehingga kebutuhan bahan bakarnya dapat sesuai dengan masing-masing jenis mesin tersebut.

4) MINYAKBUMI MENGHASILKAN BERBAGAI MACAM PELUMAS
Hal ini tidak ada hubungannya dengan minyakbumi sebagai bahan bakar, akan tetapi jelas sekali bahwa adanya berbagai macam pelumas memungkinkan pembuatan berbagai jenis mesin, mulai dari 2-tak, diesel, pesawat jet, berbagai mesin perseneling dan sebagainya.

5) MINYAKBUMI DAPAT BERSIFAT SEBAGAI BAHAN BAKU YAITU BAHAN PETROKIMIA ('PETROCHEMICALS’, MISALNYA, BAHAN PLASTIK, TEKSTIL TERTENTU DAN SEBAGAINYA).
Sifatnya sebagai bahan petrokimia mempengaruhi perkembangan industry tekstil dan plastik dewasa ini. Sebagai bahan sintetis dan barang bahan, seperti plastik dan tekstil misalnya, minyakbumi memegang peranan sangat penting. Sebagai contoh, plastik sebagai alat pembungkus dewasa ini telah mendesak daun pisang, begitu pun bahan tekstil seperti nylon dan sebagainya dibuat dari bahan minyakbumi. Sekarang banyak bejana dibuat dari plastik dan bukan lagi dari besi atau logam lainnya, begitu pun pipa karet banyak digantikan dengan bahan berkualitas jauh lebih baik.
Kalau kita bandingkan keuntungan penggunaan minyakbumi dengan batubara, nyatalah perbedaan yang jauh sekali, misalnya saja dalam hal penambangannya. Sifat cair minyakbumi menyebabkan penambangannya jauh lebih mudah dan aman daripada batubara. Kita cukup membor dan memompa minyakbumi, sedangkan pada penambangan batubara kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Misalnya, karena penambangan batubara berlangsung di bawah tanah, timbullah berbagai persoalan: ventilasi udara, keamanan tambang, beraneka macan pengotoran yang terjadi di dalam tambang, kemungkinan kecelakaan gas dan sebagainya. Apabila diusahakan tambang terbuka, biaya jadi lebih mahal, misalnya pengupasan tanah yang menutup batubara memerlukan biaya sangat besar dan teknologi yang maju. Belum lagi biaya untuk mengangkut zat padat yang tergantung pada truck, lori ataupun kereta-api yang memerlukan tenaga serta ruang yang jauh lebih banyak daripada untuk mengambil minyak dengan cara pompa melalui pipa dan seterusnya. Memang secara geologi batubara jauh lebih mudah dicari daripada minyakbumi. Tetapi di lain fihak batubara itu kotor, sukar untuk ditransport sedangkan minyakbumi walaupun kotor dapat ditransport oleh pipa. Meskipun ada kemungkinan kebocoran pada penggunaan pipa, tetapi jauh lebih bersih daripada mentransport batubara. Selain itu instalasinya juga jauh lebih aman daripada penambangan batubara.
Sumber energi lainnya, yaitu sumber radioaktif, secara geologi lebih sulit lagi dicari, tetapi mempunyai nilai kalori atau sumber yang lebih besar daripada minyakbumi. Sumber nuklir juga dapat menimbulkan bahaya dan pengotoran udara yang lebih besar daripada minyakbumi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk abad ini, minyak- dan gasbumi, terutama minyakbumi, mempunyai keunggulan yanq lebih tinggi daripada sumber energi lainnya.
Juga sampai kini minyakbumi merupakan sumber energi yang palinq murah, setidaknya sebelum kenaikan harga minyakbumi semakin melonjak.